Membangun Daerah 3 T Harapan dan Tanggung Jawab Bersama !

Membangun Daerah 3T

Membangun Daerah 3 T Harapan dan Tanggung Jawab Bersama ! – Sebagai seorang mahasiswa yang terus memantau tentang pertumbuhan penduduk serta memperjuangkan nasib orang – orang kecil yang tertindas secara tidak adil akan hukum, tentu saja kita akan menganggap membangun daerah 3 T ini adalah harapan dan tanggung jawab bersama yang harus kita selesaikan bersama.

Fakta diungkapkan bahwa di beberapa desa masih banyak yang mengalami kesulitan mendapatkan aliran listrik. Itulah mengapa desa tersebut banyak sekali mengidap penyakit – penyakit pernapasan karena diakibatkan oleh lampu sumbu yang menghasilkan asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat di tempat tersebut. Itu hanya satu dari sekian banyak masalah yang menunjukkan kualitas hidup yang rendah dan jauh dari kata sejahtera. 

Daerah-daerah tertinggal memang kebanyakan adalah daerah perbatasan yang merupakan bagian daerah terluar indonesia. Pembangunan sering menjadi hal yang terlalu mudah dilupakan untuk daerah-daerah terluar terkhususnya daerah terluar di indonesia. Ini menjadi beban penting yang harus diperhatikan dan dikhususkan agar pembangunan dapat merata di seluruh indonesia dan dapat meningkatkan kualitas hidup melalui program pembangunan sosial yang sistematis dan berkelanjutan.

Maka dari itu penting untuk bersama – sama menyadarkan kepada sesama tentang Bangun Perbatasan jadi Terasnya Indonesia dan menjadikan Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik sebagai hal yang nyata. Karena memang Sudah selayaknya bangsa kita ini tidak hanya fokus kepada pembangunan dari daerah – daerah yang memang sudah maju dan berkembang. Sangat penting untuk tidak terlalu berkaca pada pembangunan di luar negeri yang terus membangun fasilitas mewah dan yang paling modern. Kita selalu mencontoh mereka. Memang itu adalah salah satu perbuatan yang tidak salah, tetapi keadaan dalam negeri terkhususnya daerah terluar juga layak untuk diperhatikan.

Pemimpin-pemimpin dan masyarakat di luar negeri berani mengambil langkah untuk menerapkan banyak pembangunan yang modern, karena memang mereka sudah memenuhi semua kebutuhan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan dari negaranya. Maka dari itu langkah berikutnya dalam pembangunan adalah melakukan modernisasi di beberapa daerah – daerah maju untuk menjadi contoh moderenisasi daerah – daerah lainnya.

Namun sangat disayangkan di indonesia hal ini tidak menjadi prioritas utama. Kita terlalu sibuk membangun daerah – daerah perkotaan, membangun jalan – jalan kota yang indah dan mewah (padahal hal itu bukan menjadi suatu kebutuhan yang terpenting). Ada jutaan rakyat kecil yang ingin mendapatkan jalan beraspal dan tentunya ingin mendapatkan kemudahan dalam menjalani hidup sebagai warga negara indonesia.

Pembangunan di indonesia masih belum merata karena terjadi sentralisasi pembangunan hanya di pulau jawa. Memang indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak sekali pulau yang katanya akan memerlukan banyak waktu untuk melakukan pembangunan secara merata. Tetapi bukan lah sebuah alasan untuk meninggalkan dan mengabaikan pembangunan di daerah 3 T terluar, terdepan, dan tertinggal. Lalu siapa yang salah tentang perihal pembangunan yang tidak merata dan daerah – daerah 3 T terus menerus di abaikan ? Ini perlu diperhatikan.

Mari kita telaah, mereka yang tinggal di daerah – daerah 3 T adalah rakyat indonesia sejati yang tidak terlalu memiliki kekuatan politik apapun. Maka dari itu sekuat apapun mereka berteriak, sebasah apapun tubuh mereka oleh keringat karena demo, dan se-gigih apapun mereka bertekad, suara mereka tidak akan bisa di dengar tanpa bantuan dan perantara dari kita yang memiliki kekuatan politik lebih  besar dari mereka semua.

Maka dari itu peran kita sebagai mahasiswa melihat fenomena ini adalah harus bisa membangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia dan bersama – sama mewujudkan Perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Cara yang paling mudah bagi kita untuk turut berkontribusi dalam pembangunan Daerah 3 T adalah dengan menyalurkan suara hati rakyat kecil yang tinggal di daerah tertinggal tersebut kepada pemerintah.

Bukan untuk ber-demonstrasi, bukan untuk membangun masalah dari masalah yang ada. Tetapi mencoba mencari jalan keluar dari masalah yang ada. Mahasiswa identik dengan pikiran yang kritis dan kreativitas dalam membangun usaha-usaha untuk maju. Hal inilah yang coba untuk di manfaatkan dalam membangun Indonesia yang lebih baik lagi.

Mahasiswa memiliki hak dan kewajiban untuk membela rakyat kecil dari perlakuan yang tidak adil dalam memperlakukan daerah dan rakyatnya. Mahasiswa menjadi pengawas garis terdepan dari kinerja pemerintah. Mahasiswa bebas mengkeritik, memberi saran, dan menegur pemerintah tentang kinerja yang seharusnya diberikan kepada rakyat. Maka dari kita harus mengambil langkah sebagai mahasiswa dan rakyat indoneisa yang berani menyalurkan suara hati masyarakat daerah 3 T kepada pemerintah dengan cara yang positif dan keyakinan yang kuat. Suara ini akan menjadi sebuah perubahan yang sangat besar pada sistem pembangunan daerah agar mampu membangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia.

Permasalahan yang akan muncul ketika mahasiswa turut campur tangan dan ikut menyuarakan ini adalah akan timbulnya masalah-masalah baru yang pada akhirnya menciderai kesatuan dan hukum di indonesia. Hal ini malah akan menimbulkan masalah lain dan akhirnya melupakan masalah utama yang sedang di suarakan oleh mahasiswa. Maka dari itu, perlu untuk meneliti dan memilih tindakan yang perlu untuk menyuarakan suara hati masyarakat.

Korindo hadir menjadi penghubung untuk kemajuan daerah-daerah tertinggal. Korindo secara aktif dan dengan kapasitas nya mencoba meningkatkan kualitas hidup melalui program-program pembangunan sosial yang sistematis dan berkelanjutan. Melalui hal ini, mahasiswa tidak perlu untuk ber-demonstrasi dan menciderai kesatuan Indonesia dengan tindakan-tindakan yang anarkis dan tidak membangun. Melalui Korindo, kita akan diajak untuk membangun kesadaran, pengetahuan dan kapasitas, serta mendorong partisipasi masyarakat setempat dalam upaya untuk membangun dan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan hidup mereka. Korindo mencoba mengajak kita untuk mendorong sinergi dalam bentuk koordinasi, integrasi, dan kolaborasi program-program pembangunan sosial dengan berbagai pemangku kepentingan seperti masyarakat, pemerintah dan organisasi.

Filosofi yang mereka terapkan adalah meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan dunia yang lebih baik dengan pendekatan yang berorientasi pada masa depan yang cerah, pemikiran yang inovatif dan berpusat kepada orang yang berkepentingan. Korindo akan mendorong masyarakat setempat untuk mencari nafkah sendiri melalui kegiatan yang mereka terapkan dan berupaya menciptakan lingkungan yang mandiri dengan menawarkan bantuan seperti pelatihan dalam mengembangkan potensi yang ada.
Korindo sangat berpusat pada pelestarian lingkungan seperti pembersihan sungai, penanaman pohon dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi didalamnya.

pelestarian lingkungan

Dengan cara ini dipastikan mahasiswa tidak perlu bersusah payah untuk menyuarakan pembangunan Daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Dengan adanya Korindo diharapkan dapat membangun sebuah persekutuan yang erat diantara masyarakat Indonesia dan bersama-sama menyuarakan Pembangunan tanpa menciderai kesatuan masyarakat oleh mahasiswa.
Maka dari itu, marilah sebagai mahasiswa untuk turut campur mendukung program ini dengan menyuarakan, mendukung dan ikut menolong untuk Perubahan Indonesia yang Lebih Baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *