Sering Dilanda Masalah, bukan berarti kamu ditinggalkan Tuhan

Ditinggalkan Tuhan

Pernahkah kamu merasa kalau kamu sudah ditinggalkan Tuhan ? Banyak masalah terkadang menimpan kita secara beruntun. Ibarat “Sudah jatuh, tertimpa tangga” kita sering merasa semakin jatuh, semakin jatuh lagi. Keadaan ini sering membuat kita yakin kalau Tuhan meninggalkan kita, Tuhan tidak bersama kita lagi dan sudah pergi jauh dari kehidupan kita.

Lalu benar kenyataannya seperti itu ?
benarkah Tuhan pergi dari kita, benarkah Ia tidak peduli dengan kita ?

Tidak sama sekali!! Tuhan tidak pergi sama sekali. Dia masih tetap pada posisinya sebagai Allah yang Kasih dan peduli. Memperhatikan dan selalu melihat keluh kesah kita umat-umat-Nya. Tuhan adalah Kasih dan adil, masalah yang menimpa kita bukan ukuran bahwa Allah meninggalkan kita. Masalah datang bertubi-tubi datang untuk membentuk kita, sebagai pribadi yang kuat dan perkasa didalam Tuhan.

Lalu mengapa Ia diam saja pada posisi-Nya sebagai Allah yang kasih ? Tidak kah ia peduli pada tangis ku yang membuang waktu hanya untuk menyesali setiap masalah ini ?

Saudara, setiap dari kita pasti pernah mengalami perasaan yang gelisah, seakan-akan Tuhan sangat jauh dari kehidupan kita. Lalu bagaimana seharusnya kita meresponi hal tersebut ? Apa yang sebenarnya Tuhan mau untuk kita lakukan didalam keadaan seperti ini ?

Hal pertama yang harus kita pahami dalam keadaan seperti ini adalah memahami penyebab dari setiap masalah yang kita hadapi. Beberapa penyebab nya seperti

Dosa-dosa. Kita harus menyadari, apakah penyebab semua masalah ini adalah karena dosa. Mari kita mengingat kembali setiap momen di dalam kehidupan kita yang mungkin sangat tidak berkenan di mata Tuhan.  Pengakuan dan Pertobatan adalah jalan keluar yang tepat, dosa tidak bisa menghalangi sama sekali ketika kita sudah minta ampun kepada Tuhan. Ada beberapa tokoh yang bisa kita perhatikan secara mendalam melalui kisah-kisah mereka bersama dengan Tuhan.

– Simson seorang yang dipilih Tuhan, namun tidak mengindahkan Tuhan. Pada akhirnya Dia meminta pertobatan kepada Tuhan dan Tuhan menjawabnya. Dalam Ibrani 11:32, Simson termasuk dalam list Pahlawan Rohani.

– Yakub adalah seorang pembohong,  namun dipilih Tuhan menjadi bangsa yang besar.

– Petrus menyangkal Tuhan, namun pertobatannya menjadikan ia sebagai Rasul yang rela mati untuk Tuhan.

Selalu ada harapan bagi orang-orang berdosa yang merendahkan diri dihadapan Tuhan.

Jikalau memang sedang tidak melakukan hal-hal fatal yang tidak menyenangkan hati Tuhan, maka kemungkinan yang kedua adalah Ujian Iman.

Melalui ini Tuhan menginginkan kita percaya selalu kepada-Nya dan bergantung selalu didalam Tuhan. Ketika kita mampu melakukan ini, makan kita akan bersukaria selalu didalam Tuhan walaupun ada masalah. Habakuk Berkata:

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. (Hab 3:17-18 ITB)

Apa yang harus kita lakukan ketika mengalami Kekeringan Rohani seperti itu ?

  1. Katakan dan teriakkan kepada Tuhan atas seluruh penderitaan kita (Ayub 7:11; Rat 2:19). Rendahkanlah diri dihadapan Tuhan dan katakan seluruh keluh kesahmu dari hati yang terdalam. Minta pertolongan dari Tuhan, karena Tuhanlah yang paling mengerti hati kita.
  2. Ingat Janji Tuhan. Janji Tuhan selalu nyata dan tidak pernah ingkar. Apapun yang kamu doakan didalam Dia akan selalu ditepati sesuai Janji Tuhan. Karena Allah telah berfirman:“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Ibr 13:5b
  3. Ingat apa yang Tuhan lakukan, Mati agar kita tidak mati. Ini saja sudah membuktikan kalau Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, Dia selalu ada, karena Dia adalah Allah yang Kasih dan Adil yang mengerti setiap kebutuhan kita.

Jadi, tetap bergantung kepada Tuhan. Jangan Takut, karena Allah beserta Aku dan Kamu sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *